Inspirational Stories
The Power of SORRY - Kekuatan kata MAAF dalam Keluarga
30 June 2016
jpeg new-4

Keluarga Indonesia, minggu lalu kita sudah membahas GAWAI (Gadget) apakah bermanfaat atau memiliki risiko ?, Gadget itu netral tergantu cara kita memperkenalkannya kepada anak-anak kita serta bagaimana kita mempersiapkan perilaku anak kita dalam menggunakannya. Hari ini adalah minggu terakhir di bulan Juni tepat di pertengahan tahun 2016 dan tepat 6 hari lagi menjelang Hari Raya Lebaran, merupakan waktu yang tepat kita memaknai kata MAAF dalam Keluarga. Kata MAAF adalah kata yang UNIK, karena kata ini termasuk dalam salah satu kata yang memiliki kekuatan (Magic Words), namun kata MAAF adalah kata yang sangat sulit diucapkan oleh sebagian orang dan kata yang sangat mudah diucapkan sehingga kehilangan maknanya. Pada waktu Lebaran nanti adalah waktu yang tepat untuk kita bermaaf-maafan, menyambung tali silahturahmi dan menghapus apa yang sudah lalu. Jadi pagi ini adalah waktu yang tepat kita memaknai kata MAAF, khususnya di dalam Keluarga. 

Kata apa saja yang termasuk Magic Words ?
Memang kata-kata yang dikelompokkan ke dalam Magic Words tergantung latar belakang budaya, misal di budaya barat ada beberapa kata misalnya: Please, May I, Sorry, Excuse me, Tahnk you, Could you. Tapi yang paling dominant adalah Please, Sorry dan Thank you. Kalau di Indonesia ada 3 kata yang termasuk magic words: Tolong, Maaf, Terima kasih.

Arti kata MAAF ?
Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia ada 3 arti kata Maaf:
  1. pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dan sebagainya) karena suatu kesalahan.
  2. ungkapan permintaan ampun atau penyesalan.
  3. ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu.
Makna memberi MAAF?
Ketika kita memberi MAAF, kita sedang melepaskan seseorang dari “hukuman”, memberi pengampunan, memberikan ijin. Jadi MEMAAFKAN adalah sebuah KEPUTUSAN bukan PROSES.

Apa kekuatan kata MAAF bila dimaknai dengan sungguh ?Karena memaafkan adalah sebuah KEPUTUSAN bukan sebuah PROSES maka ketika kita ingin memaafkan seseorang cukup kita mengambil keputusan untuk memaafkannya, sebab kalau kita berpikir-pikir, menimbang-nimbang, untung dan ruginya biasanya kita sulit memaafkan orang.
Ketika kita mengambilkan keputusan untuk memaafkan maka secara otomatis ada beban yang hilang yang mengganjal lewat kejadian atau individu yang mengecewakan kita. Dan orang yang kita maafkan juga akan mengalami kelegaan karena dimaafkan, diampuni, dilepaskan.
Secara fisik maka akan mengalirnya hormon-hormon positif dalam tubuh kita yang memaafkan dan yang dimaafkan, seperti hormon endhorpine, serotonin hingga adrenalin. Dengan dilepaskan hormon-hormon ini maka setiap kita akan lebih semangat, lebih positif, lebih kreatif.

Apa benar kata maaf sangat jarang terjadi di dalam Keluarga ?
Banyak pemikiran yang salah terjadi di dalam keluarga, kata maaf akan lebih gampang diucapkan pada saat awal hubungan, sedangkan semakin lama pernikahan akan semakin jarang terucapkan atau diucapkan karena masing-masing pihak merasa:

1.      Pasangannya sudah mengerti sendiri.
2.      Menghindari konflik, jadi malan=s menyelesaikannya.
3.      Merasa diri benar.
4.      Gengsi.

Apa hubungannya Kata Maaf dengan Tipe Perilaku ?
Ada 4 tipe dasar manusia berdasarkan teori Dr. William M. Marston yaitu: Dominan, Intim, Stabil, Cermat.
Orang dengan tipe Dominan biasanya yang paling sedikit mengucapkan kata maaf, karena ketakutan terbesarnya adalah dimanfaatkan, individu ini enggan mengucapkan maaf karena takut dimanfaatkan.
Orang dengan tipe Intim cenderung enggan mengucapkan kata maaf dengan sungguh-sungguh karena ia merasa bersalah dan takut tertolak. Individu ini kadang terlalu mudah mengucapkannya tanpa berpikir jadi ucapan maafnya kadang tanpa makna.
Orang dengan tipe Stabil adalah individu ini sensitif sehingga biasanya tahu kapan mengucapkan kata maaf dan pada tempatnya. Kata maafnya punya makna, walau kadang diikuti rasa bersalah yang berkepanjangan.
Orang dengan tipe Cermat mengucapkan kata maaf setelah melewati evaluasi dan analisa panjang, biasanya ia memang sudah mempertimbangkan semua aspeknya secara logis.

Suami atau Istri yang lebih sering mengucapkan kata maaf ?
Selain tipe mempengaruhi ucapan kata MAAF dalam Keluarga, aspek gender juga mempengaruhinya.
Biasanya Suami lebih jarang mengucapkan kata MAAF secara sungguh-sungguh.
  1. Biasanya suami mengucapkan kata maaf apabila merasa hal itu adalah sebuah solusi.
  2. Istri mengucapkan kata maaf apabila hal itu dipandang dapat memperbaiki hubungan, sehingga diucapkannya secara sungguh-sungguh.
Manfaat mengucapkan kata MAAF dalam keluarga ?
  1. Membangun tali silahturahmi yang terganggu.
  2. Merekatkan kualitas hubungan.
  3. Membuat hubungan lebih sehat.
  4. Meningkatkan kemesraan suami istri.
  5. Melepaskan ikatan rasa bersalah.
Apa tips bagi kita ketika mengucapkan kata MAAF ?
Kita sudah belajar bahwa kata MAAF memiliki kekuatan yang besar di dalamnya, oleh sebab itu kita perlu belajr tips mengucapkan kata MAAF dalam keluarga:
  1. Ucapkanlah kata MAAF dengan sungguh-sungguh karena kita menyadari ada yang salah dalam diri kita.
  2. Berlombalah untuk mengucapkan kata maaf supaya kita menjadi individu yang ingin menyelesaikan sebuah masalah lewat refleksi diri terlebih dahulu.
  3. Ajarkan anak-anak bagaimana mengucapkan kata maaf, ajarkan mereka hingga mengerti kapan mengucapkannya dan bagaimana melakukannya. Ajarkan anak dengan memberikan contoh terlebih dahulu.
 

 
Tips of the Day
 “Mengajarkan anak mengucapkan kata MAAF adalah lewat contoh dan perbuatan.”
 (Family DISCovery)