Inspirational Stories
Bila orangtua bekerja, siapa yang mengurus buah hati - Dilema kota besar, orangtua bekerja
21 July 2016
jpeg new-6

Keluarga Indonesia
, minggu lalu kita sudah membahas tentang orangtua mengantar anak di hari pertama sekolah. Tantangan dan kebutuhan ekonomi di kota besar seperti Jakarta biasanya menuntut orangtua bekerja, suami & istri bekerja. Maka timbullah dilema apabila orangtua bekerja, lalu mereka memiliki anak maka siapakah yang akan mengurus buah hati ? Apalagi dengan maraknya viral tentang asisten rumah tangga yang melakukan hal yang tidak pantas untuk anak-anak kita. Langkah apa yang efektif dalam mengasuh anak apabila orangtua bekerja, akan kita bahas tantangan dan tips-tips praktisnya di dalam Family DISCovery pagi ini.

Apakah orangtua sebaiknya menunda memiliki buah hati ?
Memiliki buah hati adalah idaman semua pasangan yang sudah menikah, namun tantangan ekonomi kadang-kadang menuntut kedua orangtua bekerja. Jadi apabila kita sudah menikah dan bekerja tidak dapat dijadikan untuk tidak memiliki anak, tetapi merencanakan bersama dengan baik akan mempersiapkan orangtua yang bekerja dan memiliki anak.

Hal-hal apa yang mesti disiapkan orangtua bila ingin memiliki anak ?Sebaiknya pasanagan yang sudah menikah ketika ingin memiliki anak bukan karena kebetulan tetapi karena direncanakan:
  1. Siap secara mental menjadi orangtua: ketika mengambil keputusan untuk memiliki anak maka orangtua harus mempersiapkan secara mental untuk bertanggung jawab atas anak-anak mereka, mencukupi kebutuhan jasmani, rohani, mental & emosional anak-anak hingga dewasa.
  2. Sepakat antar suami & istri: suami istri harus sepakat bersama untuk memiliki anak akan memudahkan kesiapan mental sebagai orangtua.
  3. Usia yang cukup: Suami & istri sudah mencapai usia dewasa, memang ada peraturan pemerintah yang mengatur berapa usia pria atau wanita menikah, tetapi secara kesiapan psikologis maka minimum usia 21 tahun dapat dijadikan dasar yang dapat diterima semua pihak sebagai usia yang siap untuk menikah dan memiliki anak.
  4. Ekonomi yang siap: sebagai orangtua yang akan mengasuh anak-anaknya tentunya harus mampu secara ekonomi membiayai semua proses tumbuh kembang anak hingga mencapai dewasa, dari sisi kesehatan hingga pendidikannya.
Sebaiknya Ayah atau Ibu yang bekerja, sehingga ada salah satu orangtua yang mengasuh buah hati ?
Tidak ada teori yang tepat menentukan siapa yang lebih tepat mengasuh anak di rumah apalagi kalau ditambah dengan konteks kota besar seperti Jakarta, tuntutan ekonomi, kompetensi orangtua maka salah satu pihak berada di rumah bersama anak saja sudah menjadi sebuah anugerah. Kalau dipandang dari sudut pandang tumbuh kembang anak, maka pada usia anak 0-1 tahun peran dan kedekatan Ibu menjadi sangat penting, maka sebenarnya pada usia seperti ini ibu lah menjadi prioritas pertama.

Apabila Ayah & Ibu bekerja, siapa yang menjaga buah hati ?
Alternatif yang dapat menolong orangtua menjaga buah hati selama orangtua bekerja ada beberapa pilihan, yaitu: Kakek dan atau nenek, paman dan atau bibi/tante, asisten rumah tangga. Semuanya ada dilema, manfaat dan risikonya.

Dilema atau masalah yang dihadapi apabila kakek dan atau nenek yang menjaga buah hati ?
Kakek dan nenek memiliki kecenderungan mengasuh cucunya dengan over provided atau over protective, sehingga dapat bertolak belakang dengan orangtuanya langsung. Memanjakan cucu secara berlebihan, kadang mengijinkan cucu melakukan sesuatu yang dilarang orangtuanya apabila orangtuanya bekerja dapat menimbulkan ketidak konsistenan yang mempengaruhi perkembangan perilaku anak.
Tips apa yang harus dilakukan:
Membangun kesepakatan antara orangtua dengan Kakek/Nenek, mengenai hal-hal apa saja yang diijinkan dan apa yang tidak, bangun hubungan dan saling percaya, saling menghargai sehingga semua kesepakatan dapat dijalankan bersama. Komunikasi dua arah dapat membangun suasana yang kondusif bagi buah hati.

Dilema atau masalah yang dihadapi apabila asisten rumah tangga yang menjaga buah hati ?
Berhati-hati dalam memilih asisten rumah tangga di awal sangat menentukan akibatnya di kemudian hari, mengamati kondisi psikologis dan latar belakang asisten rumah tangga menjadi penting dalam situasi sekarang ini.
Bangun komunikasi dan kesepahaman dalam tata cara mendidik, mengasuh anak bersama asisten rumah tangga kita.
Sebagai asisten artinya semua keputusan, tugas, rencana pengasuhan berada di pundak orangtua, asisten hanya menjalankan apa yang ditugaskannya selama orangtua tidak berada di rumah.

Tips Praktisnya:
  • Pilihlah dengan teliti asisten rumah tangga kita yang menyukai dan senang bergaul dengan anak-anak.
  • Membangun pengertian, saling percaya.
  • Membangun komunikasi dua arah.
  • Berikan tugas yang jelas di pagi hari, lakukan evaluasi di malam hari.
  • Amati perkembangan anak dan ketahuilah sedini mungkin ketika terjadi kelainan dalam diri anak.
 
Tips of the Day
 “Tidak ada cara yang sempurna dalam mendidik anak selain kasih sayang.”
 (Family DISCovery)