Inspirational Stories
Anak seperti Ikan & Keluarga seperti Aquarium - Anak bermasalah, Keluarga yang membentuknya
02 June 2016
jpeg new-1


Keluarga Indonesia
, mengamati apa yang terjadi di Indonesia khususnya bagaimana kekerasan pada anak bisa terjadi dengan pelakunya yang masih anak-anak, sungguh memprihatinkan. Apa yang menyebabkannya ? apakah pendidikan di sekolah yang menyebabkannya ? Lingkungan pergaulannya? Atau keluarganya ? kali ini kita akan belajar bersama tentang ilustrasi sederhana dalam mengasuh anak (parenting), yaitu aquarium dan ikan. Keluarga bagai aquarium dan anak bagaikan ikannya.
 
Banyak diantara kita yang telah memiliki pengalaman memelihara ikan dalam aquarium, kita semua pasti merasa senang dan bergembira ketika aquarium yang jernih dan indah terisi ikan-ikan yang berlalu lalang dengan gesitnya.
Kita selalu berusaha untuk tidak lupa memberi makan ikan-ikan peliharaan, dan sore hari sepulang dari tempat kerja kita akan segera ingin melihat-lihat gerakan ikan tersebut mengelilingi aquarium.
 
Namun ketika masalah timbul, dimana ikan-ikan mulai sakit, kulitnya mulai terinfeksi kuman maka kita segera akan merasa panik dan ingin segera menyelesaikan masalah ini. Cara yang TERCEPAT biasanya cenedrung menjadi pilihan kita, segeralah kita memindahkan ikan-ikan tersebut kedalam tempat lain dengan air bersih yang mengandung obat. Beberapa waktu kemudian, ikan-ikan tersebut sembuh dan kita gembira dan memindahkannya kedalam aquarium semula. Tetapi taklama kemudian ikan-ikan tersebut menjadi sakit kembali, mengapa? Jawabannya sederhana, air dalam aquarium juga perlu selalu dijaga dan diperbaiki supaya ikan-ikan dapat bertumbuh dengan sehat.
 
Keluarga Indonesia, demikian pula keluarga kita sama seperti aquarium dan anak-anak kita seperti ikan-ikan. Ketika anak-anak kita bermasalah; mereka malas, tidak berprestasi di sekolah, pelajaran-pelajaran mereka menurun maka kita sebagai orangtua segera menjadi panik dan bingung.
 
Orangtua kadang-kadang senang mencari jalan pintas dan cepat dalam meningkatkan kemampuan dan potensi anak-anak supaya mereka dapat segera terbebas dari masalahnya. Mereka diikutkan dalam program-program dan kursus-kursus pembelajaran. Tetapi ternyata setelah program selesai dan mereka berada dalam lingkungannya kembali, maka “penyakit” mereka mulai “kambuh” kembali.
 
Keluarga Indonesia, belajar dari kisah aquarium dan ikan di atas, maka kita tahu bahwa mendidik anak dan mengembangkannya menjadi anak sukses tidak bisa hanya karena peran sang anak sendiri. Tetapi “peran aquarium” atau peran keluarga SANGAT memegang peranan dalam menentukan arah kesuksesan anak-anak kita.
 
 
Seperti halnya dalam “merawat aquarium” maka kita harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut;
 
  • Apakah kita memiliki waktu yang cukup bersama anak-anak kita?
  • Apakah kita sudah menjadikan anak menjadi subyek dalam parenting (pola pengasuhannya)?
  • Apakah anak-anak diajarkan menyelesaikan masalah mereka sejak dini?
  • Apakah anak-anak sudah belajar bertanggung jawab atas pikiran, perkataan, tindakan dan cita-cita mereka?
 
3 Hal yang penting dalam membangun kecerdasan perilaku anak-anak kita adalah:
K – Keturunan
T – Teladan           = Dipengaruhi oleh significant adults hingga usia anak 12 tahun.
P – Pengalaman    = mulai mempengaruhi perilaku anak-anak sejak usia 8 tahun ke atas.
 
Hal-hal inilah yang akan menjadi modal utama bagi kita, seperti dalam “menyegarkan ikan-ikan”, maka mengasuh dan menumbuh kembangkan anak-anak kita menjadi anak sukses sangat tergantung dari peran orangtua dan lingkungan terdekat. Mulailah dari sekarang!
 

 
 
WORD OF WISDOM
 
“Kesuksesan anak tidak dihasilkan dari peran dan usaha anak-anak kita semata tetapi peran orangtua dan lingkungannya juga sangat penting.”
 
 (Family DISCovery)