Inspirational Stories
Right Man on the Right Career - Sukses mengembangkan karir
19 June 2014
work
Globalisasi membuat informasi dunia menjadi sangat mudah dijangkau, informasi pekerjaan, informasi karir semua hanya sejauh jangkauan jari. Hal ini mengakibatkan Persaingan bukan saja menyerang dunia usaha, tetapi juga para profesional lokal pun harus mampu bersaing dengan para pekerja asing (Expatriates) yang semakin banyak bekerja di Indonesia untuk dapat survive.
 
Dunia usaha sekarang juga ingin mengurangi “biaya pelatihan” bagi karyawan yang baru masuk ke dalam perusahaan dengan cara memilih karyawan yang tepat pada saat dia masuk (Right Person from the Beginning). Banyak perusahaan akan melakukan Placement Test yang ketat untuk menghindari Recruitment yang salah. Banyak Perusahaan ingin mencari Kandidat yang TEPAT bagi lowongan yang ada di dalam perusahaannya namun menemui kesulitan untuk mendapatkannya, demikian pula sebaliknya banyak Pelamar yang berkualitas juga menemui kesulitan untuk mendapatkan posisi yang tepat ataupun perusahaan yang “pas” dengan kemampuannya. 
 
Di sisi lainnya adalah para calon karyawan juga mengalami kesulitan dalam memilih karir yang tepat, hal ini membuat orang sukar mendapat pekerjaan. Banyak karyawan juga mudah merasa jenuh dalam bekerja karena merasa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, atau akibat lainnya mereka sulit dapat dipromosi hingga akibat yang paling buruknya adalah diberhentikan (PHK).
 
Selain hal tersebut diatas masih banyak lagi fakta yang terjadi, misalnya perihal kandidat yang “bingung” karena mereka tidak tahu harus melamar sebagai apa, ingin bekerja di mana? Dan bekerja di Perusahaan apa?
 
Kandidat yang “Bingung” kebanyakan disebabkan oleh dua faktor:
a. Faktor internal
Faktor Internal biasanya berkaitan dengan hal-hal di dalam diri seperti:
  • Kurang pemahaman kekuatan dan kelemahan dirinya.
  • Kurang pengenalan akan minat dan bakatnya sejak dini.
  • Tidak tergalinya potensi dalam diri yang mengakibatkan minimnya kompetensi yang akan meningkatkan nilai diri.
  • Keterbatasan inteligensia.
  • Label yang salah di dalam dirinya.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan hal-hal yang terdapat di luar diri seseorang atau dalam lingkungan sekitarnya, hal ini sangat mempengaruhi perkembangan inteligensia, emosional dan spritual seseorang.
Faktor Eksternal dapat juga akibat tindakan kekerasan (abuse), yang sering juga terjadi dalam bentuk “kekerasan verbal” dari significant adults (orang yang ada di sekeliling), justru kadang-kadang berakibat lebih parah daripada akibat kekerasan dalam bentuk tindakan (physical abuse).
 
Akibat Kandidat yang “Bingung” dalam mengembangkan karirnya:
  • Kesulitan mencari Pekerjaan.
  • Pindah-pindah kerja (Kutu Loncat).
  • Kesulitan mencari Posisi atau Jabatan yang tepat.
  • Tidak dapat berprestasi dalam pekerjaan.
  • Gagal atau dipecat.
  • Bunuh diri. 
 
Solution Tips:
  • Kenali Temperamen dan Kepribadian anda. Setiap pribadi unik dan berbeda, setiap kepribadian akan memiliki kecenderungan bidang kerja yang sesuai dengannya. Semakin dekat bidang kerja dengan tipe kepribadiannya maka semakin nyaman dia dalam bekerja, otomatis semakin produktif hasil yang akan dicapainya. 
  • Ketahui tingkat Inteligensia anda. Dengan melakukan tes IQ maka kita dapat mengenali inteligensia diri, maka akan semakin jelas kemampuan kita akan bidang yang ditekuni, apakah logika atau analisa yang kuat? ataupun kemampuan konseptual yang menonjol akan menentukan bidang kerja yang sesuai.
  • Kenali Arah Minat dan Bakat Anda. Salah satunya dengan mengikuti Asesmen MIQ, Kita akan mengenali arah minat dan bakat yang tepat, hal ini akan menolong seseorang bekerja dengan sukacita (Joy of Working). Bila kita bekerja sesuai dengan minat, sesuai dengan kesukaan maka hasil kerja yang maksimal akan terus bergulir keluar.
  • Latih terus Kekuatan dan Minimalkan Kelemahan. Berfokuslah pada kekuatan kita, dengan latihan, lakukan self-talk positif yang akan terus mengembangkan kepercayaan diri dan kebermaknaan diri kita dalam berprestasi.
  • Konsultasikan dengan ahli. apabila kita belum mengenali tingkat kecerdasan kita, temperamen & kepribadian serta arah minat kita maka hal ini dapat dikonsultasikan dengan ahli yang berkompeten.

Leave a reply